Konflik internal Suriah sejak tahun 2011 sampai saat ini masih berlangsung. Keadaan disana sangat kacau dan mengkhawatirkan. Bermacam upaya perdamaian yang dilakukan berbagai pihak pun tampaknya tidak membuahkan hasil yang diinginkan, sehingga banyak menelan banyak korban. Semua berawal sejak Arab Spring sampai ke Suriah.
Latar Belakang
Pada tahun 1970 Suriah dipimpin Hafez al-Assad melalui kudeta, ia meninggal dan digantikan putra keduanya yaitu Bashar al-Assad sejak tahun 2000 sampai saat ini.
Di Tunisia pada tahun 2010 Mohamed Bouazizi membakar dirinya sebagai bentuk protes atas kekejaman pemerintahan di Tunisia. Peristiwa inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya fenomena Arab Spring.
Rumput Tetangga Selalu Terlihat Lebih Hijau
Arab Spring merupakan sebutan bangsa Barat dalam menamai kebangkitan Arab. Fenomena ini pertama kali terjadi di Tunisia dan berhasil menggulingkan rezim kejam disana. Kemudian disusul oleh Mesir, Libya, dan Yaman yang membuahkan hasil yang sama. Terinspirasi dengan empat kemenangan tersebut, hal serupa juga dilakukan Suriah, namun tidak berhasil.
Memang ya, rumput tetangga akan selalu terlihat lebih hijau dari rumput sendiri :')
Arab Spring di Suriah
Arab Spring di Suriah bermula ketika sekelompok pelajar yang beraksi dengan membuat grafiti di dinding sekolah dengan tulisan protes atas rezim Bashar al-Assad. Setelah menulis grafiti mereka ditahan dan disiksa. Dari situ muncullah pihak-pihak yang tidak terima mereka digitukan. Banyak warga sipil yang melakukan demonstrasi untuk dilengserkannya Bashar al-Assad. Aksi ini dibungkam paksa oleh tentara Suriah dengan menggunakan senjata api dan menewaskan ribuan warga sipil.
Upaya Perdamaian Dari Berbagai Pihak
Aksi rezim Bashar al-Assad mendapat kecaman dari berbagai negara dan organisasi karena dinilai terlalu kejam dan tidak manusiawi. Melalui Forum Dewan Keamanan PBB, pada bulan Oktober tahun 2011 dan Juli 2012, Amerika Serikat mendukung draf resolusi yang ditujukan untuk pemerintahan Bashar al-Assad, namun gagal karena ditentang Rusia dan China.
Dari rezim Bashar sendiri dinilai tidak membantu sama sekali bahkan malah memperkacau masalah yang ada. Misalnya seperti, mengganti undang-undang yang lama dengan undang-undang baru yang kurang lebih sama mengekangnya malah dinilai lebih parah dari peraturan lama seperti aparat negara dapat perlindungan dari negara untuk memerangi mereka yang berseberangan dengan rezim Bashar.
Upaya lain juga sudah dikerahkan oleh berbagai negara dan bahkan organisasi PBB, namun semua belum menemukan titik terang hingga saat ini.
Sebenarnya konflik di Suriah bukan hanya masalah rezim saja, tetapi sangat banyak dan kompleks. Semoga kedepannya pemerintahan Suriah dapat menemukan solusi jalan tengah untuk konflik yang ada.